Executive Information System (EIS)
Executive Information System (EIS) menyediakan metodologi untuk menyingkap pengetahuan dari model dan database. Executive Information Systems (EIS) pertama kali memulai Decision Support Systems pada pertengahan 1980’s. Tujuan EIS adalah untuk memberikan dukungan dan pengetahuan krusial untuk membantu tujuan organisasi. Sebuah EIS khusus mendukung informasi yang berhubungan dengan lingkungan, perumusan strategi, dan implementasi strategi. Meskipun EIS tidak membantu tujuan organisasi secara langsung, EIS dapat mengarahkan organisasi menuju solusi yang lebih baik, baik dalam hal biaya, waktu, maupun pengurangan tingkat kecelakaan. Jadi, secara tidak langsung, EIS mendukung keseluruhan tujuan sebuah organisasi.
CRM di Lexus
CRM (Customer Relationship Management) adalah sebuah sistem dan software yang dikembangkan untuk membantu sebuah perusahaan dalam membangun dan memelihara hubungan baik dengan pelanggannya, dengan cara menyimpan informasi tentang pelanggan secara efisien dan cerdas. Kegiatan CRM meliputi Acquire (mendapatkan pelanggan baru), Enhance (meningkatkan hubungan dengan pelanggan), dan Retain (mempertahankan pelanggan). Penerapan CRM di Lexus memiliki karakteristik yaitu Staf penjualan Lexus harus dapat terhubung dengan database informasi pelanggan dengan tepat waktu dan dengan cara yang terorganisir, sistem tersebut harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi (via email, pemberitahuan pelayanan pasca jual lexus), pelanggan dapat dicari dengan nomor identifikasi pelanggan dengan tujuan penyimpanan informasi yang private ke dunia luar.
Barcode
Barcode adalah sebuah metode pengumpulan data dan identifikasi otomatis. Barcode merupakan sejenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu (biasanya jenis dan harga barang seperti makanan, buku, dll). Kode berbentuk batangan balok dan berwarna hitam putih ini, mengandung satu kumpulan kombinasi batang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa. Kode tersebut akan dibaca oleh Barcode Reader, yang akan menterjemahkan kode ini kedalam data / informasi yang mempunyai arti. Barcode terdiri dari berbagai tipe yaitu CODE 39, UPC-A, UPC-E, EAN-8, EAN-13, RSS-14, CODE 128, dll. Yang paling umum digunakan adalah tipe UPC dan EAN-13. Adapun cara membaca barcode tipe EAN-13 yaitu 3 digit pertama menunjukkan kode Negara (misalnya, 899 untuk Idonesia), 4 digit berikutnya menunjukkan kode manufaktur produk yang bersangkutan, 5 digit berikutnya menunjukkan kode produk, dan 1 digit terakhir merupakan check digit yang dihitung dengan rumus tertentu.
-
Recent
-
Links
-
Archives
- December 2008 (3)
- October 2008 (1)
- September 2008 (5)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
